Lagu Jember Nusantara, Pesan Kerukunan untuk Masyarakat

 

JATIMBERITA.COM | Jember –  Lagu Jember Nusantara tiba-tiba populer menyusul kemenangan Linkrafin (Lingkar Kreatif Independen) Jember di partai final ajang Kompetisi Karya Musik Anak Komunitas yang digelar Kemenparekraf RI, Senin (24/5) malam dengan membawakan lagu tersebut.

 

Jember Nusantara bukan jenis lagu dangdut, Indonesia populer, maupun jenis musik mainstream lainnya, tapi lagu komunitas yang berhasil membelakkan mata Indonesia, bahkan dunia (karena event tersebut disiarkan langsung oleh Ikatan Pariwisata Dunia). Jember Nusantara adalah lagu yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Jember karena memang personelnya juga berasal dari berbagai pecinta seni dan budaya yang tumbuh di Jember.

 

“Di Linkrafin itu semuanya ada, pemainan semua jenis musik ada, tariannya ada, koreografinya juga ada, lengkap,” ujar Bupati Jember, H Hendy Siswato saat menyambut kedatangan tim Linkrafin di  pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (26/5).

 

Capaian sukses yang diraih Linkrafin, tambahnya, menjadi pemantik semangat baru bagi kepemimpinan bupati dan wakil bupati Jember yang mencapai 100-an hari.

 

“Linkrafin yang pertama kali memberikan semangat untuk kita semua,” urainya yang disambut tepuk tangan hadirin.

 

Sementara itu, Founder/Ketua Umum Linkrafin, Yudho Ardiansyah menyatakan bersyukur bahwa Jember memiliki kekayaan seni, budaya, dan etnis. Itulah yang mengilhami dirinya dan tim Linkrafin untuk menciptakan lagu Jember Nusantara dengan mengakomodasi kekayaan seni dan budaya Jember. Di lagu tersebut, tidak hanya lirik, tapi musiknya juga mencerminkan kekayaan khasanah budaya Jember. Di antaranya ada kidung madura, macapat, sinden, musik patrol dan sebagainya. Semuanya terakomodasi dalam lagu berdurasi 5,04 menit itu.

 

“Itu yang menjadi kekuatan lagu Jember Nusantara,” jelasnya.

 

Menurut pria brewok itu, misi terpenting dari lagu tersebut adalah sebuah pesan perdamaian dan kerukunan. Bahwa Jember adalah miniatur nusantara, yang walaupun dihuni oleh beragam etnis dan budaya tapi suasananya sejuk dan damai.

 

“Pesannya jelas, yaitu ajakan agar harmoni jalan teus. Itu tergambar di lagu Jember Nusantara dan koreografinya,” unkapnya.

 

Yudho menambahkan, tim Linkrafin terdiri dari 28 musisi, dua koreografer, dan dua perancang busana. Namun yang berangkat ke Jakarta untuk membawakan lagu Jember Nusantara hanya 5 personel, karena terkendala pembatasan akibat wabah Covid-19.

 

“Tapi alhamdulillah, kita menang. Dan kami ucapkan terima kasih kepada bapak bupati yang telah memberikan dukungannya kepada tim Linkrafin,” pungkasnya (Aryudi A Razaq).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan