Ketua Harian Linkrafin: Kami Manfaatkan Kesempatan dengan Kepantasan

Munculnya Linkrafin, selain penuh dengan puji-puji, juga tak lepas dari sorotan. Sebab, tim inti Linkrafin adalah mereka-mereka yang berada di lingkaran kekuasan saat ini. Bahkan ada yang menuding bahwa Linkrafin hanya memanfaatkan kesempatan alis aji mumpung.

 

“Silahkan beropini apa saja, tapi yang pasti kesempatan yang kami dapatkan, kami iringi dengan kepantasan. Kami bisa mempersembahkan dua juara, bukanlah ini capaian yang pantas,” ujar Ketua Harian Linkrafin sekaligus Sutradara lagu Jember Nusantara, Bobby Rahardyan.

 

Berikut ini petikan wawancara selengkapnya wartawan JATIMBERITA.COM dengan Bobby di sela-sela penyambutan kedatangan tim Linkrafin oleh Bupati H Hendy Siswanto di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (26/5).

 

Selamat, Mas atas prestasi yang diraih Linkrafin!

 

Oke, terima kasih, Mas atas dukungannya.

 

Respons anda tentang Prestasi yang dicapai Linkrafin?

 

Ya, kalau respons tentang juara sih, sebenarnya teman-teman di Linkrafin juga tak menyangka akan seperti ini. Respons dari masyarakat juga besar dan dapat atensi penuh dari bupati. Ini menambah semangatnya kawan-kawan.  Ini menjadi bukti bahwa kesenian itu kalau diberi ruang, ya menemukan titik terang untuk berprestasi.

 

Kapan Linkrafin didirikan?

 

Kalau gerakannya dimulai sejak tahun 2019. Inisiatornya, foundernya mas Yudho Ardiansyah dan saya. Kami berdua sejak 2019 itu door to door untuk keliling ketemu teman-teman konten kreator untuk kolaborasi. ‘Kan medium sudah gratis, ada You Tube dan lain-lain, mau kolaborasi bikin musik, video klip dan sebagainya.

 

Sampai akhirnya tahun 2021 kita menemukan formulasi, yaitu harus dibuat semacam perkumpulan komunitas. Isinya tidak hanya perorangan tapi kelompok-kelompok. Jadi wadah secara kolektif, Mas. Terbentuklah Linkrafin.

 

Bagaimana ide awal munculnya Linkrafin?

 

Kita tidak ingin bikin komunitas, apakah itu komunitas seni, industri kreatif dan sebagainya, itu di tengah jalan orientasinya hanya kumpul-kumpul atau sesuatu yang bersifat kepentingan pribadi. Tahun 2019 itu ‘kan kita keliling dulu, uji mental dulu. Ternyata kesimpulannya harus berkarya bareng, karya kolektif. Jadi teman-teman Linkratif orientasinya harus karya, gitu.

 

Di lagu Jember Nusantara ada sekian seni dan budaya dimasukkan, apa maknanya?

 

Kita mengangkat persahabatan bunyi. Artinya, instrumennya banyak. Pemain musik di Jember itu banyak, baik modern maupun tradisional. Tapi yang paling utama base line dari lagu Jember Nusantara adalah musik patrol. Karena kita tahu patrol adalah musik khas Jember. Kita ingin patrol menjadi satu ciri khas di setiap lagu yang akan kita buat nanti. Tapi lain-lain instrumen seperti seruling Kasunda juga ada di situ, seruling dengan notasi Sunda, gamelan juga ada. Semuanya ada di situ. Ya, semagatnya adalah kerukunan, persatuan dan kesatuan yang diaktualisasikan dalam  musik. Musik ‘kan bisa diterima oleh siapa saja.

 

Yang menciptakan lagu Jember Nusantara, siapa?

 

Bareng-bareng, Mas. Ada 6 orang yang terlibat. Ada Mas Willy Juno, Mas Yudho Adriansyah, saya sendiri,  ada Mas Yeyen, Mas Iput, dan Mas Kelik.

 

Harapan kedepan?

 

Respons masyarakat jadi semangat bagi kita supaya tensinya tidak turun. Biar apinya tidak padam. Terus terang kami dianggap aji mumpung, memanfaatkan kesempatan, tapi itu tidak masalah bagi kami. Kami bertekad untuk ‘membalas’ kesempatan itu dengan kepantasan. Kami boleh berbangga bahwa kesempatan yang kami dapatkan untuk berkarya dan didukung oleh bupati dan masyarakat jember, itu kami iringi dengan kepantasan, yaitu membawa piala double champion, kata orang-orang (Aryudi A Razaq).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan