15 Tahun Penjara Ancam Kades Pengisap Sabu

 

JATIMBERITA.COM | Jember –  Kasus tertangkapnya 4 kepala desa (Kades) di Jember Jawa Timur akibat nyabu beberapa hari lalu, tidak hanya berimplikasi pada persoalan hukum yang bersangkutan tapi juga mengusik jalannya pemerintahan desa terkait. Sebab, keempat desa itu tidak mempunyai pemimpin, sehingga jalannya roda pemerintahan desa, terganggu.

 

Karena itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Jember Adi Wijaya menyatakan pihaknya telah menunjuk seorang pelaksana harian (Plh) Kades untuk menjaga kesibambungan pemerintahan 4 desa tersebut. Plh. itu adalah sekretaris desa masing-masing.

 

“Agar layanan kepada masyarakat tidak mandeg,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Jember, Selasa (15/6).

 

Seperti diketahui, usai mengisap sabu, Rabu (10/6) petugas  dari Ditreskoba Polda Jawa Timur mencokok empat Kades Jember di rumahnya masing-masing.  Keempat Kades tersebut adalah HM MM, Kades Wonojati Kecamatan Jenggawah, MA, Kades Tempurejo Kecamatan Tempurejo, S, Kades Tamansari Kecamatan Wuluhan, dan HH, Kades Glundengan Kecamatan Wuluhan.

 

Selain menangkap tersangka, polisi juga mendapatkan barang bukti berupa 3 poket sabu dengan berat tidak lebih dari  10 gram, atau tepatnya di bawah 5 gram, sehingga penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polres Jember.

 

“Kasus terungkapnya 4 kepala desa yang telah menyalahgunakan pemakaian narkoba kami limpahkan ke Polres Jember, hal ini karena keempat pelaku warga Jember, serta barang bukti tidak lebih dari 10 gram,” ujar Kompol Kharisudin SH Kanit 1 Subdit Ditreskoba Polda Jatim Sabtu (12/6) saat menggelar konferensi pers di Mapolres Jember dengan didampingi Kasubbaghumas Polres Jember Iptu Yudiantoro SH dan KBO Satreskoba Ipda Edy Santoso.

 

Walaupun demikian, masa depan keempat Kades tersebut, tetap suram. Sebab, keempat Kades malang itu oleh pihak kepolisian dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 dan pasal 132 ayat 1 huruf a junto UU Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan minimal 4 tahun penjara (AAR).

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan