Terobosan Baru, H Hotib Akan Gratiskan Biaya Akta Hibah

 

JATIMBERITA.COM | Jember –  Akta balik nama tanah merupakan hal yang sangat penting. Sebab, tak jarang terjadi pertikaian antar masyarakat, bahkan di internal keluarga gara-gara rebutan tanah. Ini bisa terjadi karena secara administrasi status tanah tidak jelas kepemilikannya. Tanah dimiliki oleh seseorang, tapi bukti kepemilikannya tidak ada.

 

“Nah, pertikaian seperti itu yang bersumber dari rebutan warisan dan sebagainya, saya harapkan tidak ada lagi di Mayang di masa-masa mendatang,” ujar Bakal Calon Kepala Desa (Kades) Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, H Hotib di kediamannya, Selasa (25/5).

 

Apa yang akan dilakukan oleh H Hotib di desanya merupakan terobosan baru. Kenyataannya, saat ini cukup banyak tanah ‘hibah’ yang pengelolaan dan kepemilikannya sudah berpindah tangan, namun tidak diaktakan karena terkendala biaya. Padahal, hal itu sangat berpotensi menimbulkan gugatan kelak sehingga rawan terjadi sengketa.

 

Karena itu, H Hotib, berjanji ke depan akan membebaskan biaya akta balik nama tanah bagi orang yang tidak mampu, khususnya akta hibah. Menurut perkiraannya,

 

“Kami pastikan nanti (jika terpilih sebagai Kades) biaya akta hibah saya gratiskan, terutama bagi keluarga yang tidak mampu,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, persoalan tanah adalah persoalan yang sangat rumit sekaligus rawan. Katanya, membeli tanah tidak sama dengan membeli barang lain. Kalau membeli barang selain tanah, barangnya bisa dibawa oleh si pembeli meskipun tiak ada suratnya. Tapi kalau membeli tanah, barangnya tidak bisa dipindah atau dibawa, dan satu-satunya bukti  traksaksi pembelian adalah akta.

 

“Maka betapa pentingnya akta tanah. Kalau kita beli motor, meskipun suratnya tidak ada, tapi barang bisa kita bawa, dan itu menjadi salah satu bukti kepemilikan. Tapi kalau beli sawah, bukti kepemilikannya yang utama adalah surat tanah atau akta,” pungkasnya (Jat-1).

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan