Mengembangkan Usaha Pabrik Tahu Rumahan di Masa Pandemi Covid-19 dengan Inovasi Kemasan, Rasa, dan Pemasaran

 

JATIMBERITA.COM | Jember – Universitas Jember (Unej) adalah Perguruan Tinggi Negeri yang terletak di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur yang berdiri sejak tahun 1964. Pada semester ganjil di awal tahun ajaran ini, seperti biasanya mahasiswa Unej melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun KKN ditengah pandemi Covid-19 mustahil dilakukan karena semua orang dilarang berkerumun untuk menghindari virus Covid-19.

 

Oleh karena itu Unej melaksanakan KKN dengan sistem yang berbeda dari sebelumnya. Sistem tersebut yaitu Kuliah Kerja Nyata Back To Village (KKN BTV di mana mahasiswa melaksanakan KKN secara individu di desa/daerah masing-masing. KKN BTV ini dilaksanakan pertama kali tahun 2019, dan saat ini adalah tahun yang ke-3.

 

KKN BTV Unej pada tahun ini menetapkan 5 program, yaitu Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19, Inovasi Teknologi/Informasi dalam Penanganan Covid-19, Pemberdayaan Bumdes/Jaring Pengaman Desa Penanganan Covid-19, Literasi Desa Pada Masa Pandemi Covid-19, dan Penanganan Stunting dan AKI- AKB.

 

Untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan di kampus, Berlyanna Anggrey Mahasiswa Unej Semester 7 ini melaksanakan program KKN BTV-3 Unej Kelompok 22, dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapang Soekma Yeni Astuti S.Sn., M.Sn.

 

Dalam pelaksanaan KKN BTV-3 UNEJ ini saya akan membantu masyarakat khususnya bagi wirausahawan yang terdampak Covid-19 dengan memberikan inovasi baru terkait produk olahan tahu bermacam rasa, mengembangkan kemasan, dan pemasaran produk secara online,” ujar Anggrey di sela-sela KKN BTV-3, Desa  Sumberbaru, Kecamatan Sukowono, Jember, Selasa (31/8).

 

Desa Sumberwaru adalah salah satu desa di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, yang dipilih oleh Berlyanna Anggrey untuk melaksanakan program kerjanya. Mayoritas penduduk Desa Sumberwaru adalah pertani, namun juga tidak sedikit penduduk yang menekuni pekerjaan dan/atau mengembangkan usaha di bidang perdagangan dan/atau jasa sebagai sumber penghidupan keluarganya. Diantaranya adalah usaha pabrik tahu rumahan, pembuat bata, pembuat kasur kapuk, pedagang sayur, pedagang bakso, warung nasi, toko sembako, dan  usaha jahit.

 

Potensi UMKM di Kabupaten Jember cukup besar, namun sampai saat ini belum dikembangkan secara maksimal. Banyak pelaku usaha (pemilik) justru sering mengalami masalah internal sehingga sulit untuk berkembang, apalagi bersaing baik antara sesama UMKM maupun  dengan pedagang besar.

 

Permasalahan yang terjadi saat ini, dunia sedang mengalami musibah adanya Pandemi Covid-19, secara tidak langsung hal tersebut mempengaruhi dalam penjualan wirausaha pabrik tahu rumahan di Desa sumberwaru ini. Paling tidak, hal ini dialami oleh Pak Dol, pelaku UMKM di Desa Sumberwaru.

 

Sistem pemasaran produk tahu ini yang masih bersifat konvensional sehingga menghambat kurangnya pembeli yang sebelum adanya pandemi Covid-19 banyak keuntungan yang didapat karena usaha pabrik tahu rumahan ini sudah lumayan dikenal.

 

“Tapi sejak adanya pandemi Covid-19 ini pendapatan saya jadi menurun mbak, banyak pembeli yang menjual ulang tahu saya sakit jadinya yang beli tahu saya semakin sedikit,” keluh Pak Dol.

 

Menanggapi keluah Pak Dol, Anggrey mengaku tergerak untuk mengabdi dengan membantu pelaku usaha UMKM Pabrik Tahu Rumahan milik Pak Dol. Tujuannya agar agar omzet penjualan meningkat dan bisa tetap bertahan di tengah pandemi ini.

 

Setelah mendengar permasalahan keluhan Pak Dol, Anggrey berinisiatif untuk membuat program kegiatan guna mengurangi beban yang dialami masyarakat, khususnya Pak Dol. Program tersebut mengambil tema “Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19 di Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember”.

 

“Pada kunjungan pertama saya hanya mengidentifikasi permasalahan yang dialami Pak Dol, untuk kunjungan yang kedua saya memberikan inovasi baru yaitu produk olahan tahu berupa tahu mercon dan tahu bulat, saya juga memberikan inovasi untuk pengemasan yang kreatif agar bisa lebih menarik para pembeli tahu,” ujar  Anggrey.

 

Langkah selanjutnya adalah mendampingi Pak Dol dalam pembuatan produk tahu mercon, tahu bulat, dan memasarkannya secara online, yaitu melalui media sosial berupa Instagram dan WhatsApp. Menurutnya, hal ini menarik minat konsumen tidak hanya di wilayah Sumberwaru saja, tapi juga banyak warga dari lain desa.

 

“Selain itu pelaku UMKM diajarkan tentang pembuatan Brand Produk Usaha yang bertujuan  agar usaha Pabrik Tahu Rumahan ini memiliki nama produk paten, dengan begitu usahanya akan di kenal oleh masyarakat luas,” jelas Anggrey.

 

Pada kunjungan berikutnya, Anggrey membuat desain logo untuk kemasan tahu Pak Dol, dan ungkapan terima kasih meluncur dari bibir Pak Dol.

 

“Terimakasih mbak dengan kedatangan sampeyan saya sangat terbantu dengan inovasi yang diberikan,” katanya.

 

Rencana pada kunjungan terakhir, Anggrey mengaku akan membuatkan pamflet dan banner untuk dipasang di depan rumah Pak Dol agar pembeli bisa tau tempat Pabrik Tahu Rumahan ini.

 

“Sampai saat ini KKN BTV-3 UNEJ ini sudah berjalan 3 minggu, kemungkinan pada kunjungan minggu terakhir saya akan membuatkan pamflet dan juga banner untuk dipasang di depan rumah Pak Dol agar pembeli bisa tau tempat Pabrik Tahu Rumahan ini agar Tahu Pak Dol ini bisa dikenal lebih luas lagi,” ungkap Anggrey.

 

Berlyanna Anggrey berharap agar pelaku UMKM dapat meningkatkan omzet penjualannya supaya tetap terjaga perekonomian dan keberlanjutan usahanya untuk bisa tetap bertahan di tengah pandemi ini (*).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan