PDNU Jember Sambut Baik Peluncuran Layanan KB MKJP

 

JATIMBERITA.COM | Jember –  Pemerintah terus berupaya mengendalikan angka pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana (KB).Pasalnya, jika kelahiran anak tidak dikendalikan akan menjadi persoalan di belakang hari karena terbatasnya ketersediaan lahan.

 

Peluncurkan layanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) oleh Bupati Jember, Jawa Timur, H Hendy Siswanto di klinik Harapan Sehat, Desa Seputih Kecamatan Mayang, Rabu (26/5) tak lepas dari misi itu. Bupati H Hendy  berharap agar layanan KB MKJP dapat mengendalikan angka kelahiran anak, sehingga kehidupan keluarga lebih bekualitas. Dengan demikian, masyarakat bisa memikirkan sisi kehidupan yang lain, mislanya pendidikan anak.

 

“Kita bukan buat anak saja,” ujarnya.

 

Pendanaan layanan KB MKJP tersebut merupakan hasil sinergi APBD Jember dengan  Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB). Dengan layanan itu, Pemkab Jember dan BKKBN Provinsi Jawa Timur akan mensuport pelaksanaan layanan KB MKJP dengan menyediakan alat dan obat kontrasepsi di klinik yang ditunjuk, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik.

 

Sementara itu, Direktur Klinik Harapan Sehat, dr. H. Moh. Hisyam Rifqi menyambut positif program layanan KB MKJP itu. Sebab, biasanya pemerintah lebih mengedepankan ‘dukungan’ fasilitas kesehatan bagi lembaga milik pemerintah. Tapi kali ini tidak, klinik swasta juga mendapatkan fasilitas kesehatan terutama yang terkait dengan layanan KB.

 

“Kebijakan ini saya kira pas, karena untuk akselerasi pengendalian kelahiran anak, memang membutuhkan lembaga kesehatan yang banyak dan mudah dijangkau. Klinik-klinik swasta juga sangat bisa melayani kesehatan masyarakat dengan baik,” ucapya.

 

Menurut Bendahara Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Kabupaten Jember ini, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Jember yang masih tinggi, memerlukan dukungan lintas lembaga untuk menurunkannya, baik Dinas Kesehatan, BKKBN, bahkan masyarakat itu sendiri.

 

“Dan jangan lupa, layanan KB yang baik merupakan salah satu point yang  berkontribusi untuk menurunkan AKI dan AKB,” jelas dr. H Hisyam.

 

Saat ini Klinik Harapan Sehat memiliki 10 kamar rawat inap, dan ditunjang oleh tenaga serta fasilitas kesehatan yang memadai. Diharapkan, kedepan klinik tersebut akan berubah status menjadi rumah sakit type C, sehingga masyarakat Jember timur dan sekitarnya tidak perlu jauh-juah jika membutuhkan layanan kesehatan.

 

“Kami terus berupaya untuk menuju rumah sakit type C. Mohon doanya,” pungkas dr. H Hisyam.

 

Secara terpisah, Ketua PDNU Kabupaten Jember, dr. Ahmad Mz menyambut baik ‘sinergi’ pemerintah terkait layanan kesehatan dengan klinik swasta. Kebijakan tersebut setidaknya mempunyai tiga fungsi. Pertama, implementasi dari visi misi pemerintah pusat, yaitu Nawa Cita.

 

“Di mana pemerintah ada, hadir dan turut merencanakan pemecahan masalah kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat,” ungkapnya.

 

Kedua, menekan angka kematian ibu dan bayi baru melahirkan. Dan Ketiga meningkatkan usia  harapan hidup serta Human Development Index (HDI) Kabupaten Jember.

 

“Saya kira ini langkah yang tepat dari pemerintah daerah dan provinsi yang patut kita apresiasi, dan segenap anggota PDNU se-Kabupaten Jember siap mendukung,” ucapnya (Aryudi A Razaq).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan