Ketua DPC PKB Jember Sebut Perbub Warisan Faida Legalkan Honor Tim Pengarah Kegiatan

 

JATIMBERITA.COM | Jember – Penerimaan honor Bupati Jember Hendy Siswanto dan 3 pejabat lainnya, atas kegiatan pemakaman jenazah korban Covid-19, terus menjadi polemik. Perbincangan tentang hal itu cukup marak di berbagai media sosial meskipun honor tersebut telah dikembalikan ke Kas Daerah Jember.

 

Menurut Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jember, HM Ayub Junaidi, hal penting yang patut disoroti terkait pengucuran honor itu adalah Peraturan Bupati (perbup) yang menjadi dasar penerbitan SK Bupati Jember tentang pembentukan tim Petugas Pemakaman Covid-19 Pada Sub Kegiatan Respon Cepat Bencana Non Alam/Pandemi atau Wabah Penyakit, yang ‘berdampak’ pada pemberian honor kepada nama-nama di struktur tim.

 

Berdasarkan SK itulah,  nama-nama di struktur tim, yaitu Bupati Hendy, Sekretaris Kabupaten Jember, Mirfano, Kepala BPBD Jember, Muhammad Jamil dan Kabid BD 2 BPBD Jember, Penta Satria, masing-masing mendapatkan honor Rp70, 5 juta.

 

HM Ayub menegaskan, Perbup yang dibuat di zaman Bupati Faida itu melegalkan adanya honor untuk tim pengarah kegiatan. Oleh karena itu,  ia meminta Bupati Hendy agar mencabut perbub itu supaya kasus serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

 

”Jika tidak dicabut, siapapun bupatinya pasti akan terbentur dengan aturan tentang honorarium kegiatan, yang dikeluarkan oleh pemerintahan periode sebelumnya,” ujar HM Ayub Junaedi Jumat (27/8).

 

Mantan Wakil Ketua DPRD Jember itu menambahkan, di periode bupati sebelumnya, ada perbub yang mengatur tentang honorarium kegiatan untuk penasehat, pengarah dan sebagainya dalam setiap kegiatan. Salah satu contohnya adalah kegiatan kongres, di mana bupati selalu ada dalam struktur, dan berdampak pada penyediaan anggaran.

 

“Dulu jaman Bupati Jalal besarnya honor (tim pengarah) 1,2 juta per kegiatan. Namun jaman Faida diubah menjadi 4 juta per kegiatan,” ungkapnya.

 

Bupati Hendy sendiri berencana untuk membagikan honor yang diterimanya kepada keluarga korban meninggal akibat Covid-19. Namun dengan berbagai pertimbangan, rencana itu tidak jadi dilaksanakan. Ia dan 3 pejabat lainnya memilih mengembalikan honornya ke Kas Daerah Jember. Totalnya mencapai Rp282 juta (AAR).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan