Bupati Hendy: Pelayanan Administrasi Dukcapil Jember, Gratis. Titik!

 

JATIMBERITA.COM | Jember –  Pelayanan yang mudah sekaligus bersih dari segala jenis pungutan liar di instansi pemerintah, tetap menjadi komitmen dan dijunjung tinggi oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto dan wakilnya, KH Balya Firjaun Barlaman dalam menjalankan tugasnya. Salah satu buktinya adalah peluncuran mesin ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri) di Transmart, Sabtu (29/5).

 

Saat memberikan sambutan Bupati Hendy mewanti-wanti bahwa dalam pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) sama sekali tidak ada biaya apapun. Warga hanya mengeluarkan biaya untuk  perjalanan dari rumah ke mesin ADM atau ke kantor Dukcapil.

 

“Pokoknya tidak ada pungutan apapun dalam pelayanan administrasi Dukcapil. Gratis. Tidak ada sama sekali. Titik!,” tegasnya.

 

Meski demikian, jika ada warga masih mau diminta uang terkait layanan Dukcapil, Hendy mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, imbauan-imbauan untuk tidak menggunakan calo sering didengungkan, baik dengan lisan  maupun pengumuman. Jika memang ada yang kena pengutan, dan korban merasa dirugikan, Hendy menganjurkan untuk melaporkan kepada polisi.

 

“Jangan lapor kepada kami, karena kami sudah cukup memberi tahukan bahwa mengurusi administrasi Dukcapil, gratis,” terangnya.

 

Atensi Hendy terhadap pelayanan Dukcapil bisa dimafhumi. Sebab, dinas ini dikenal sebagai tempat yang sangat rawan terjadinya pungutan liar (pungli) . Bahkan dalam kepemimpinan bupati sebelumnya, calo dan sejumlah pegawai di kantor Dukcapil sempat terjaring OTT (operasi tangkap tangan) oleh tim Saber Pungli.

 

Saat itu, kondisi pelayanan di Dinas Dukcapil memang terkesan diarahkan agar warga menggunakan jasa calo. Modusnya, warga yang mengurusi sendiri kebutuhan dokumen Dukcapil seperti KTP, KK dan sebagainya, waktu selesainya dibikin lama antara satu hingga 3 bulan bahkan lebih. Namun jika lewat calo, pengurusan domuken Dukcapil bisa selesai dalam sehari dengan pungutan fulus yang cukup mahal.

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut agar tak terulang lagi, Bupati Hendy terus melakukan pemantauan dan memanfaatkan mesin ADM yang merupakan pemberian dari Kementerian Dalam Negeri RI.

Cara kerja ADM mirip dengan mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Yaitu, warga bisa mencetak dokumen Dukcapil sendiri sesuai keinginan (Aryudi A Razaq).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan